Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Otomotif

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak

37
×

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak

Share this article
Example 468x60

Memiliki mobil yang awet dan selalu dalam kondisi prima tentu menjadi impian setiap pemilik kendaraan. Namun tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang justru dapat mempercepat kerusakan mobil.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan buruk ini bukan hanya membuat usia kendaraan lebih pendek, tetapi juga berpotensi menimbulkan biaya perbaikan yang membengkak.

Example 300x600

Agar hal tersebut tidak terjadi, berikut rangkuman 7 kebiasaan yang sering bikin mobil cepat rusak.


1. Mengemudi Terlalu Agresif

Gaya berkendara agresif seperti sering mengerem mendadak, menginjak gas terlalu dalam, atau menghantam lubang tanpa mengurangi kecepatan dapat membuat mobil cepat mengalami kerusakan.

Komponen seperti suspensi, rem, hingga transmisi akan bekerja lebih berat jika kebiasaan ini terus dilakukan. Untuk menjaga mobil tetap awet, biasakan mengemudi lebih tenang dan terkontrol, terutama saat melintasi jalan rusak.


2. Lalai Merawat Sistem Pendingin Mesin

Mesin yang terlalu panas atau overheating sering menjadi awal dari kerusakan besar. Salah satu penyebabnya adalah sistem pendingin yang tidak dirawat, misalnya radiator kotor atau cairan pendingin kurang.

Jika dibiarkan, overheating bisa merusak komponen mesin secara serius. Karena itu, rutinlah mengecek coolant, membersihkan radiator, serta memastikan sistem pendingin bekerja normal sesuai panduan pabrikan.


3. Menggunakan BBM Berkualitas Rendah

Bahan bakar yang kualitasnya buruk dapat memicu masalah besar pada sistem mesin. Kandungan yang tidak bersih bisa menyebabkan kerak pada injektor, filter, dan ruang pembakaran.

Akibatnya, performa menurun dan konsumsi BBM menjadi lebih boros. Untuk mencegahnya, gunakan BBM dengan oktan sesuai rekomendasi pabrikan dan isi di SPBU terpercaya.


4. Jarang Mengganti Oli Secara Rutin

Oli berfungsi sebagai pelumas yang melindungi mesin dari gesekan. Jika telat diganti, kualitas oli menurun dan tidak mampu bekerja maksimal, sehingga mesin lebih cepat aus dan bekerja lebih berat.

Solusinya, ikuti jadwal penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan dan gunakan oli dengan spesifikasi yang tepat.


5. Penggunaan Kopling yang Tidak Tepat

Pada mobil manual, kebiasaan seperti menahan kopling terlalu lama atau menginjak kopling sambil mengerem bisa membuat kampas kopling cepat habis.

Jika dibiarkan, bukan hanya kopling yang rusak, tetapi juga bisa memengaruhi sistem transmisi. Gunakan kopling hanya saat diperlukan, misalnya ketika pindah gigi atau saat kendaraan benar-benar berhenti.


6. Jarang Mengecek Ban dan Suspensi

Ban yang aus, tekanan tidak sesuai, atau suspensi yang jarang diperiksa bisa membuat mobil tidak stabil dan kurang nyaman dikendarai.

Selain itu, kondisi ini juga dapat mempercepat kerusakan pada sistem kemudi dan komponen lainnya. Karena itu, lakukan pengecekan tekanan ban secara rutin, spooring-balancing sesuai jadwal, serta pastikan suspensi tetap dalam kondisi prima.


7. Tidak Memberi Jeda Saat Menyalakan Mesin

Masih banyak pengemudi yang langsung menstarter mesin begitu kunci diputar ke posisi ON. Padahal, saat kontak ON, mobil membutuhkan beberapa detik untuk melakukan pengecekan sistem.

Disarankan menunggu sekitar 3–4 detik sebelum menstarter mesin agar seluruh sistem siap bekerja. Cara ini dapat membantu menjaga performa dan memperpanjang usia mesin.


Kesimpulan

Itulah 7 kebiasaan yang sering dilakukan tanpa sadar namun bisa membuat mobil lebih cepat rusak. Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut dan merawat kendaraan secara rutin, performa mobil akan tetap prima dan usia pakainya lebih panjang.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *