Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan

Masih Marak Beredar, Galon Tua Berisiko Lepaskan Zat Kimia Berbahaya

31
×

Masih Marak Beredar, Galon Tua Berisiko Lepaskan Zat Kimia Berbahaya

Share this article
Example 468x60

Galon air minum guna ulang yang sudah tua dan tidak layak pakai dilaporkan masih banyak beredar di pasaran. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi pelepasan zat kimia berbahaya Bisphenol A (BPA) ke dalam air minum yang dikonsumsi jutaan keluarga setiap hari.

Investigasi terbaru Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menemukan galon berusia hingga 13 tahun masih dijual bebas kepada konsumen di wilayah Bogor. Temuan tersebut mengindikasikan lemahnya pengawasan terhadap peredaran galon air minum dalam kemasan.

Example 300x600

Secara keseluruhan, KKI mencatat lebih dari separuh galon yang beredar di wilayah Jabodetabek, atau sekitar 57 persen, telah berusia di atas dua tahun. Usia tersebut dinilai telah melampaui batas aman penggunaan yang direkomendasikan para ahli.

Kondisi galon yang beredar juga dinilai memprihatinkan. Delapan dari sepuluh galon yang dijual di pasaran tampak buram dan kusam, yang menjadi indikasi kerusakan material plastik. Secara visual, kondisi tersebut menandakan meningkatnya risiko pelepasan zat kimia berbahaya BPA ke dalam air.

Ketua KKI David Tobing menyebut temuan ini mencerminkan persoalan serius dalam sistem pengawasan.

“Dari investigasi kami di 60 kios di Jabodetabek, 57 persen galon yang beredar berusia di atas dua tahun. Bahkan kami menemukan galon produksi tahun 2012,” ujar David dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, temuan tersebut menunjukkan adanya masalah sistemik dalam pengawasan dan mekanisme penarikan produk air minum dalam kemasan dari peredaran. Laporan hasil investigasi itu telah diserahkan kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada akhir tahun lalu.

Ahli polimer dari Universitas Indonesia, Prof Mohamad Chalid, menegaskan galon guna ulang memiliki batas usia pakai yang jelas.

“Jika dibatasi maksimal 40 kali pengisian ulang, itu artinya usia pakainya tidak sampai satu tahun. Itu batas aman penggunaannya,” jelas Prof Chalid.

Ia menjelaskan, proses penggunaan dan pencucian yang berulang-ulang dapat merusak struktur kimia plastik. Kerusakan tersebut berpotensi menyebabkan molekul BPA terlepas dan larut ke dalam air minum.

Paparan BPA dalam jangka panjang diketahui dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Sejumlah studi ilmiah mengaitkan zat ini dengan gangguan kesuburan, masalah metabolisme seperti obesitas dan diabetes, gangguan perkembangan otak pada janin, hingga peningkatan risiko kanker payudara dan prostat.

Menanggapi temuan tersebut, BPKN mendesak produsen air minum dalam kemasan untuk bertanggung jawab dan segera menarik galon-galon yang sudah tidak layak pakai dari peredaran.

Anggota BPKN Fitrah Bukhari menekankan langkah tersebut perlu dilakukan tanpa harus menunggu paksaan hukum.

“Kami meminta produsen beritikad baik agar galon-galon yang sudah lama dan berusia lanjut ditarik kembali. Ini seruan moral, karena air minum merupakan hajat hidup orang banyak dan menyangkut kesehatan masyarakat,” tegas Fitrah.

BPKN berencana menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan penelitian independen. Sementara itu, konsumen diimbau untuk lebih proaktif melindungi diri dengan memeriksa kondisi fisik serta kode produksi galon sebelum membeli, dan tidak ragu menolak galon air minum yang sudah tua atau tidak layak pakai.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *