Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 18 Februari

18
×

Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 18 Februari

Share this article
Example 468x60

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2) petang di Kantor Kemenag RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Melalui sidang tersebut, pemerintah akan menentukan kapan umat Islam di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa tahun ini.

Example 300x600

Penetapan dilakukan berdasarkan rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan dari Sabang hingga Merauke. Agenda diawali dengan pemaparan data posisi bulan oleh tim hisab dan rukyat Kemenag, kemudian dilanjutkan salat Magrib berjemaah sebelum sidang tertutup untuk pengambilan keputusan. Hasilnya akan diumumkan melalui konferensi pers.

Sidang dan konferensi pers dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar serta dihadiri Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, perwakilan ormas Islam, hingga duta besar negara sahabat.

Prediksi BRIN: Potensi beda tanggal

Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, sebelumnya memperkirakan awal Ramadan berpotensi berbeda, yakni 18 atau 19 Februari 2026, tergantung kriteria yang digunakan.

Ia menjelaskan mayoritas ormas Islam dan pemerintah memakai kriteria visibilitas hilal lokal MABIMS yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Pada saat matahari terbenam 17 Februari 2026, posisi hilal di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria tersebut, sehingga kemungkinan awal puasa jatuh pada 19 Februari.

Namun ada pula organisasi yang menggunakan kriteria global seperti Turki, yang memungkinkan awal Ramadan jatuh pada 18 Februari karena syarat visibilitas sudah terpenuhi di wilayah Amerika dan Alaska.

NU menunggu rukyat, Muhammadiyah sudah menetapkan

Nahdlatul Ulama akan menetapkan awal Ramadan melalui rukyatul hilal yang digelar terpisah di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, sama seperti pemerintah yang menunggu hasil pengamatan langsung.

Sementara itu Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu (18/2). Keputusan tersebut berdasarkan metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Pemerintah sebelumnya juga mengimbau masyarakat saling menghormati apabila terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan tahun ini.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *