Tampilan bagian putih mata yang terlihat seperti berlemak bisa dipicu berbagai gangguan kesehatan mata. Kondisi ini kerap muncul pada orang yang sering terpapar angin, debu, atau sinar matahari berlebihan.
Agar bisa mencegahnya, penting mengetahui sejumlah penyakit mata yang kerap menjadi penyebab munculnya “lemak mata”.
1. Pterygium
Sering disebut surfer’s eye, pterygium adalah pertumbuhan jaringan menyerupai daging dari sudut mata menuju kornea. Penyebab utamanya paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang.
Meski banyak dialami peselancar, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja yang sering beraktivitas di luar ruangan tanpa pelindung mata, terutama di wilayah beriklim panas.
Faktor risiko:
-
Paparan matahari terus-menerus
-
Lingkungan kering, berangin, dan berdebu
-
Usia di atas 60 tahun
-
Kekurangan vitamin A
-
Infeksi HPV
2. Pinguecula
Pinguecula berupa benjolan kekuningan pada bola mata dan tergolong tidak berbahaya. Kondisi ini muncul akibat kerusakan konjungtiva karena iritasi jangka panjang.
Faktor risiko:
-
Sinar matahari, angin, dan debu
-
Mata kering
-
Penggunaan lensa kontak
-
Alergi pada mata
-
Usia lanjut
3. Xanthelasma
Xanthelasma adalah bercak atau benjolan kuning di sekitar kelopak mata. Walau tidak berbahaya, kondisi ini sering berkaitan dengan masalah metabolik.
Faktor risiko:
-
Kolesterol tinggi
-
Diabetes
-
Gangguan tiroid
-
Kelebihan berat badan
-
Kebiasaan merokok
-
Lebih sering pada perempuan
Dalam beberapa kasus, xanthelasma juga bisa menjadi tanda risiko penyakit jantung atau aterosklerosis di kemudian hari.
4. Kalazion
Kalazion merupakan benjolan merah tanpa nyeri pada kelopak mata akibat kelenjar minyak tersumbat. Benjolan terbentuk perlahan dan bisa menyebabkan iritasi di sekitarnya.
Faktor risiko:
-
Usia 30–50 tahun
-
Kulit kering atau berketombe
-
Rosacea
-
Radang kelopak mata (blefaritis)
5. Blefaritis
Blefaritis adalah peradangan kelopak mata yang menyebabkan bengkak, gatal, dan iritasi. Umumnya dipicu pertumbuhan bakteri berlebih atau penyumbatan kelenjar minyak di pangkal bulu mata.
Faktor risiko:
-
Ketombe pada kulit kepala atau alis
-
Tungau bulu mata
-
Mata kering
-
Alergi kosmetik atau cairan lensa kontak
Menjaga kebersihan mata, memakai kacamata pelindung saat beraktivitas di luar, serta mengontrol kondisi kesehatan seperti kolesterol dan diabetes dapat membantu mencegah munculnya “lemak mata”.


















