Kanker usus besar kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Penyakit ini justru semakin banyak menyerang orang berusia produktif dan menjadi salah satu penyebab kematian utama akibat kanker pada kelompok usia di bawah 50 tahun.
Kisah Jenna Scott menjadi gambaran nyata. Ia sempat mengalami nyeri perut hebat saat hamil dan mengira hal tersebut normal. Namun setahun setelah melahirkan, ia didiagnosis kanker usus besar stadium 4 pada usia 31 tahun.
Penelitian terbaru dalam jurnal medis JAMA menunjukkan tren peningkatan signifikan kasus kanker kolorektal pada usia muda, khususnya di Amerika Serikat.
Kematian Terus Meningkat
Sejak 2005, angka kematian akibat kanker usus besar pada usia di bawah 50 tahun meningkat sekitar 1,1 persen setiap tahun. Sementara kematian akibat kanker paru dan payudara menurun, kanker kolorektal justru naik hingga menjadi penyebab kematian kanker nomor satu pada 2023 untuk kelompok usia tersebut.
Para peneliti mengaku belum mengetahui penyebab pasti peningkatan ini, namun menilai penyakit tersebut tidak lagi bisa disebut sebagai “kanker orang tua”.
Sering Terlambat Terdeteksi
Masalah terbesar pada pasien muda adalah keterlambatan diagnosis. Banyak orang di bawah 45 tahun belum masuk kategori skrining rutin sehingga kanker baru ditemukan saat sudah bergejala.
Ironisnya, gejala sering dianggap sepele oleh pasien maupun tenaga kesehatan karena faktor usia. Akibatnya sekitar 60 persen pasien baru mengetahui penyakitnya saat sudah stadium lanjut (stadium 3 atau 4).
Gejala yang Harus Diwaspadai
Beberapa tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan antara lain:
-
Tinja berdarah atau perdarahan dari rektum
-
Perubahan pola BAB (diare, sembelit, atau ukuran tinja mengecil) lebih dari beberapa hari
-
Nyeri atau kram perut menetap
-
Kelelahan ekstrem dan penurunan berat badan tanpa sebab
-
Sensasi BAB tidak tuntas
Pentingnya Skrining Dini
Para ahli kini menyarankan skrining rutin dimulai sejak usia 45 tahun. Pemeriksaan seperti kolonoskopi mampu menemukan dan mengangkat polip sebelum berkembang menjadi kanker.
Deteksi dini menjadi kunci karena kanker usus besar termasuk jenis kanker yang tidak hanya bisa ditemukan lebih awal, tetapi juga dapat dicegah bila ditangani sejak tahap awal.


















