
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menanggapi hasil undian babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026 yang kembali mempertemukan timnya dengan Real Madrid.
Pertemuan ini semakin menegaskan rivalitas kedua klub di kompetisi elite Eropa. Sejak awal 2020, keduanya sudah bertemu 11 kali dan jumlah itu akan terus bertambah pada musim ini.

Guardiola pun mendorong UEFA mengevaluasi regulasi fase gugur agar tim yang sudah berhadapan di fase liga tidak kembali bertemu dalam musim yang sama. Ia menilai situasi tersebut terasa tidak biasa karena kedua tim baru saja berduel pada Desember lalu.
Pelatih asal Spanyol itu menyebut frekuensi pertemuan yang terlalu sering membuat format kompetisi terasa berbeda dibanding musim sebelumnya. Ia juga menyinggung beberapa tim lain yang mengalami pengulangan lawan setelah fase awal.
Jalur Berat Menuju Final
Perjalanan Manchester City diprediksi tidak mudah. Selain harus menghadapi Real Madrid, bagan undian membuka peluang bertemu sejumlah klub kuat lain seperti Bayern Munich, Chelsea F.C., hingga juara bertahan Paris Saint-Germain.
Guardiola menolak anggapan ada tim yang mendapat jalur lebih ringan. Menurutnya, pada level Liga Champions semua lawan memiliki kualitas tinggi dan berbahaya.
Ia menegaskan bahwa untuk melangkah jauh, setiap tim harus siap mengalahkan siapa pun, bukan hanya mengandalkan undian yang dianggap menguntungkan.
Kondisi Skuad dan Ramadan
Menjelang jadwal padat pertengahan Maret, Guardiola mengabarkan kondisi pemainnya mulai membaik. Jérémy Doku sudah kembali berlatih, meski menit bermainnya masih menunggu rekomendasi tim medis.
Ia juga memastikan klub menyesuaikan program nutrisi bagi pemain yang menjalankan ibadah Ramadan agar tetap bisa tampil optimal.
Bagi Guardiola, kunci sukses di Liga Champions sederhana: tim yang ingin juara harus mampu mengalahkan tim terbaik dunia. Tanpa itu, menurutnya, sebuah tim memang belum layak melangkah lebih jauh.
















