Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan

Waspadai Faktor Risiko Virus Nipah, Dinkes Sulsel Ingatkan Perhatikan Konsumsi Buah

19
×

Waspadai Faktor Risiko Virus Nipah, Dinkes Sulsel Ingatkan Perhatikan Konsumsi Buah

Share this article
Example 468x60

Kemunculan kasus virus Nipah di India menjadi perhatian global karena tingkat fatalitasnya dapat mencapai sekitar 70 persen. Situasi ini turut dipantau serius di Indonesia, termasuk oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Virus Nipah tergolong Penyakit Infeksi Emerging (PIE) yang berpotensi menimbulkan wabah dengan dampak kesehatan masyarakat luas.

Example 300x600

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin, mengatakan pihaknya terus memonitor perkembangan kasus internasional meski hingga kini belum ditemukan kasus di wilayahnya.

Pemantauan dilakukan melalui pengawasan tren penyakit seperti Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), pneumonia, hingga ensefalitis menggunakan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Seluruh rumah sakit pemerintah dan puskesmas di Sulawesi Selatan telah aktif melaporkan data melalui sistem tersebut.

Pemprov Sulsel juga memperkuat rumah sakit sentinel PIE, terutama dengan surveilans berbasis sindrom dan dukungan pemeriksaan laboratorium di RSUD Andi Makkasau Parepare. Selain itu, penguatan deteksi dini dilakukan di sentinel ILI wilayah Puskesmas Sudiang Makassar.

Imbauan Pencegahan untuk Masyarakat

Dinkes mengimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tidak biasa, terutama demam disertai gangguan pernapasan atau gangguan saraf.

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengendalikan faktor risiko, antara lain:

  • Tidak mengonsumsi nira atau aren langsung dari pohon karena berpotensi terkontaminasi kelelawar

  • Memasak nira sebelum diminum

  • Mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh

  • Tidak memakan buah dengan bekas gigitan kelelawar

  • Mengonsumsi daging ternak dalam kondisi matang

Masyarakat juga diminta menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, etika batuk dan bersin, serta memakai masker saat sakit.

Kontak dengan hewan ternak seperti babi dan kuda yang berpotensi terinfeksi sebaiknya dihindari. Jika terpaksa, penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib dilakukan. Petugas pemotong hewan juga diminta menggunakan sarung tangan dan pelindung diri serta tidak mengonsumsi hewan yang terinfeksi.

Tenaga kesehatan, keluarga pasien, dan petugas laboratorium harus menjalankan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi secara ketat saat menangani kasus.

Bukan Penyakit Baru

Kementerian Kesehatan menyebut virus Nipah bukan penyakit baru. Virus ini pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998 dan pernah muncul di sejumlah negara Asia seperti India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina.

Penularan umumnya berasal dari kelelawar atau hewan lain seperti babi melalui cairan tubuh, termasuk urin, air liur, darah, dan sekresi. Masa inkubasi berkisar 4–14 hari, dengan tingkat kematian pada kasus berat mencapai 40–75 persen.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat spesifik untuk virus Nipah, sehingga langkah pencegahan dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *