Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Internasional

Xi Jinping Telepon Trump, Peringatkan AS soal Penjualan Senjata ke Taiwan

23
×

Xi Jinping Telepon Trump, Peringatkan AS soal Penjualan Senjata ke Taiwan

Share this article
Example 468x60

Presiden China Xi Jinping memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar berhati-hati dalam menjual senjata ke Taiwan, wilayah yang diklaim Beijing sebagai bagian dari kedaulatan China. Peringatan tersebut disampaikan Xi secara langsung saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Trump, Rabu (4/2).

Menurut laporan televisi pemerintah China, CCTV, Xi menegaskan bahwa isu Taiwan merupakan persoalan paling sensitif dan krusial dalam hubungan antara Beijing dan Washington.

Example 300x600

“Isu Taiwan merupakan persoalan paling krusial dalam hubungan China-AS. Amerika Serikat harus bersikap hati-hati dalam penjualan senjata ke Taiwan,” ujar Xi, seperti dikutip AFP.

Pernyataan tersebut muncul di tengah persetujuan Amerika Serikat atas penjualan senjata ke Taiwan senilai US$11 miliar atau sekitar Rp185 triliun pada Desember lalu. Tak lama setelah keputusan itu, China menggelar latihan militer berskala besar dengan tembakan langsung yang mensimulasikan blokade di sekitar pelabuhan-pelabuhan utama Taiwan.

Di tengah meningkatnya ketegangan terkait Taiwan, Xi menyebut pembicaraan via telepon dengan Trump bertujuan mendorong prinsip “saling menghormati” dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Xi juga menyampaikan harapannya agar berbagai persoalan antara China dan Amerika Serikat, termasuk isu perdagangan, dapat diselesaikan secara damai oleh dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

“Dengan menyelesaikan masalah secara bertahap dan terus memperkuat kepercayaan bersama, kita dapat menemukan jalan yang tepat bagi kedua negara untuk menjalin hubungan,” kata Xi, sebagaimana disiarkan CCTV.

Ia bahkan mengajak agar tahun 2026 dijadikan momentum bagi China dan Amerika Serikat untuk melangkah menuju hubungan yang dilandasi saling menghormati serta kerja sama yang saling menguntungkan.

Sementara itu, usai pembicaraan tersebut, Trump menyebut percakapannya dengan Xi berlangsung “sangat baik”. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menilai hubungan kedua negara saat ini berada pada tingkat yang sangat positif.

“Hubungan dengan China, termasuk hubungan pribadi saya dengan Presiden Xi, sangat baik, dan kami sama-sama memahami pentingnya menjaga kondisi tersebut,” ujar Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Xi mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari perdagangan, Taiwan, perang Rusia-Ukraina, Iran, hingga rencana kunjungannya ke China yang disebutnya sangat dinantikan.

Sebagai catatan, Partai Komunis China tidak pernah memerintah Taiwan yang demokratis. Meski demikian, Beijing tetap mengklaim pulau berpenduduk sekitar 23 juta jiwa itu sebagai bagian dari wilayahnya. Amerika Serikat sendiri tidak secara resmi mengakui Taiwan, namun menjadi pendukung militer utama pulau tersebut, meski sikap dukungan dinilai sedikit melunak di bawah kepemimpinan Trump.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *